Center For Indigenous Psychology (Pusat Pengembangan Psikologi Islam) diasuh oleh: Prof. DR Achmad Mubarok MA, Guru Besar Psikologi Islam UI, UIN Jakarta, UIA

Monday, January 05, 2009

Memaknai Tahun Baru 2009
at 5:49 AM 
Baru saja kita memasuki tahun baru 2009. Banyak orang menghitung secara teliti apa yang akan terjadi, sebagian lagi ada yang sudah siap-siap untuk bersenang-senang, sebagian lagi ada yang berdebar-debar, dan masih besar jumlahnya mereka yang tak peduli datang dan perginya tahun.

Berbicara tahun baru sesungguhnya adalah berbicara tentang waktu.. Jika diperbesar maka tahun menjadi windu dan abad, tetapi jika diperkecil maka tahun menjadi bulan,minggu,hari,jam,menit dan detik. Ada orang yang terfokus pada besaran angka tahun dan abad, disamping ada yang terfokus pada jam dan menit. Meski demikian waktu akan tetap berlalu, diperhatikan atau dilupakan.

Bagi manusia ekonomi, tahun baru 2009 mendatang sudah dapat dibayangkan sulitnya berbisnis karena dampak krisis global justeru baru benar-benar sampai ke Indonesia pada tahun 2009. Bagi Pemerintah Pusat, juga sudah terbayang beban berat yang harus dipikul pada tahun 2009, karena kondisi ekonomi yang berat, ekport turun, investor susah masuk, ancaman PHK buruh membayang disamping hiruk-pikuk hajatan pemilu dan pilpres. Tetapi bagi Partai Politik, tahun 2009 justeru sangat menggairahkan. Mereka berusaha menjual idenya dengan segala cara agar dibeli oleh pemilih pada pileg awal 2009, sekaligus mengincar kursi RI 1 dan RI 2 tiga bulan berikutnya.

Orang Barat yang materialistis memandang waktu sebagai uang, time is money. Kehilangan waktu sama dengan kehilangan uang, oleh karena itu mereka bisa menuntut ganti rugi dengan nilai uang jika mereka merasa terampas waktunya. Orang Arab memandang waktu lebih sebagai kesempatan berharga, al waqtu kassaifi, iza lam taqtho` qotho`aka. Waktu itu tak ubahnya sebilah pedang, jika tidak kau gunakan pedang itu maka ia akan memenggalmu.

Menurut hadis Nabi, waktu bukan diukur dengan panjang pendeknya, tetapi bergantung apa yang dikerjakan di dalamnya. Waktu sedikit yang produktip itu lebih baik dari pada waktu lama yang terbuang percuma. Sebaik-baik orang adalah orang yang umurnya panjang dan baik prestasinya, dan sebaliknya seburuk-buruk orang adalah juga orang yang panjang umurnya tetapi buruk prestasinya,Khoirunnas man thola `umruhu wa hasuna `amaluhu, wa syarrunnas man thola `umruhu wa sa’a amaluhu.

Demikian juga masa jabatan bagi pejabat. Satu kali masa jabatan yang produktip itu lebih baik dari beberapa kali masa jabatan yang destruktip. Seorang pemimpin yang baik menurut ukuran waktu adalah orang yang jejak kepemimpinannya berlangsung lama hingga puluhan tahun sepeninggalnya, karena selama menduduki jabatan, ia berhasil membangun sistem yang kuat dan aman, memberi peluang kepada orang yang produktip, dan mempersempit ruang orang untuk menyimpang. Etika agama mengajarkan bahwa waktu sesaat bagi pemimpin yang adil itu lebih berharga dibanding 60 tahun ibadahnya orang bodoh. Oleh karena itu Nabi menempatkan pemimpin yang adil (imamun `adilun) dalam deretan pertama tujuh kelompok manusia pilihan, (sab`atun fi dzilllillah yaumala dzillailla dzilluh).

Ada pengalaman kecil. Pada pertengahan Desember 2008 saya menghadiri pelantikan Gubernu Kaltim, Awang farook. Yang menarik, orang sangat terkesan kepada PLT Gubernur masa peralihan, yaitu Tarmizi Karim (mantan bupati Loksumawe) dan isterinya.Hanya dalam waktu lima bulan menjadi Pelaksana tugas Gubernur, Tarmizi dan isterinya bisa menanamkan pola perilaku seorang pemimpin Daerah, sehingga banyak orang memuji, dan secara terbuka orang berharap agar Gubernur terpilih dapat meniru perilaku Plt Gubernur.

Al Qur’an surat al`shr mengatakan, demi masa asar,(maksudnya usia senja atau masa-masa kritis dalam karir), sesungguhnya manusia pada masa itu berpotensi menderita kerugian, kecuali bagi mereka yang beriman, yang membuktikan imannya dalam bentuk perbuatan serta memiliki kepedulian dalam hal kebenaran dan kesabaran. Selamat Tahun Baru 2009, juga Tahun Baru Hijriah 1429.
posted by : Mubarok institute

Anonymous danu said.. :

nice posting. apapun yang terjadi di 2009, yang paling adalah goal kita di tahun ini sepertia apa. Bagaimana mensikapi setiap persoalan yang datang. Selalulah bersyukur pada Allah swt, karena krisis atau apapun namanya, Allah swt memberi kesempatan pada kita untuk bertumbuh dan menjadi kuat. Berlindunglah selalu kepada-Nya, dan mohonlah kekuatan.

http://wwwambassador.blogspot.com
http://www.tohjoyo.wordpress.com

5:27 PM  

Post a Comment

Home

My Photo
Name:

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA achmad.mubarok@yahoo.com

Only Articles In
Photos of Activities
Best Seller Books by Prof. DR Achmad Mubarok MA
Join Mubarok Institute’s Mailing List
Blog Development By
Consultation


Shoutbox


Mubarok Institute Weblog System
Designed by Kriswantoro
Powered by Blogger