Sunday, August 13, 2006
Makna Berlindung Dari Syaitan
Pada kolom Tanya Pak Ustad, Ibu Sahlan Wardoyo (dari Merak Banten) bertanya tentang makna ta‘awudz, yakni berlindung kepada Allah dari godaan syaitan. Pertanyaan itu timbul karena ibu tersebut merasa kurang mampu melihat ciri-ciri godaan syaitan, karena dari orang yang dihormatipun muncul perbuatan yang dianggapnya kurang difahami, yakni seorang “guru” yang mestinya menjadi contoh kok juga seperti orang “kesetanan”. Berikut ini tulisan tentang syaitan.
Syaitan, status, tugas dan aktifitasnya
Dalam al Qur’an sudah ditegaskan bahwa syaitan itu adalah makhluk terkutuk (ar rajim), musuh utama manusia (‘aduwwun mubin) dan teman yang buruk (sa’a qarina). (Q/3:36, Q/4:38 dan Q/12: 5) Ia sudah diberi konsesi oleh Tuhan dengan berumur panjang, dan diberi peluang untuk menyesatkan manusia. Hanya saja kekuatan syaitan tidak akan mempan kepada orang yang beriman secara benar (ikhlas) kepada Allah (Q/15: 39-40).
Dalam al Qur’an disebutkan berbagai aktifitas syaitan dalam menjerumuskan manusia, seperti: [a] menggelincirkan (Q/2:36), [b] menakut-nakuti dengan kemiskinan dan menyuruh kejahatan (Q/2:268), [c] menakut-nakuti dengan kekuatan group syaitan (Q/3:175), [d] menyesatkan (Q/4:60), [e] memberikan janji-janji kosong (Q/4:120), [f] membangkitkan permusuhan (Q/5:91), [g] merubah persepsi/menipu (Q/6:43), [h] membuat lalai (Q/6:68), [i] memberikan bisikan halus beracun/waswas (Q:7:20), [j] menggoda (Q/7:200), [k] melempar fitnah (Q/22:53), [l] mengajak ke jalan yang mencelakakan (Q/31:21), [m] menjerumuskan (Q/47:25), [n] menyusahkan (Q/58:10), [o] mengilhami (Q/6: 121).
Dalam al Qur’an juga disebutkan bahwa kemubaziran, minuman keras dan keras hati merupakan media yang sangat efektif bagi syaitan dalam menjerat manusia.(Q/17:27, 5:90, dan 6:43)
Pintu-Pintu Masuk syaitan ke dalam hati manusia
Menurut Imam Gazali dalam Ihya ‘Ulumuddin, hati manusia dilengkapi dengan dua satgas, yaitu: satuan yang dapat dilihat dengan mata, dan (2) satuan yang kasat mata. Yang pertama terdiri dari fisik dengan semua organ fisik dan psikologis, dengan ujung tombak syahwat dan marah (ghodlob), dan ini menjadi kendaraan bagi syaitan, sedang yang kedua berupa ilmu, hikmah dan tafakkur, dan ini merupakan satgas yang mempunyai link dengan hidayah Allah.
Menurut Al Gazali, sekurang-kurangnya ada sembilan pintu yang dapat dilewati syaitan untuk mempengaruhi hati manusia, yaitu:
1. Marah dan syahwat.
2. Kemewahan
3. Tamak dan dengki (al hirsh dan al hasad).
4. Perut kekenyangan, meski dengan makanan halal.
5. Sifat terburu-buru dan ketidaktabahan dalam urusan.
6. Uang/harta
7. Sifat kikir dan takut miskin.
8. Fanatisme buta, terhadap golongan atau pendapat, serta kebencian kepada musuh.
9. Buruk sangka.
Menurut sebuah hadis, syaitan itu merasuk ke dalam diri manusia bersama dengan aliran darah manusia. Oleh karena itu pola konsumsi manusia sangat erat hubungannya dengan intensitas kehadiran syaitan pada orang itu.Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah, Nabi juga menceriterakan konsensi yang diberikan Tuhan kepada syaitan sbb.
Ketika Iblis diusir dari sorga, syaitan meminta konsensi-konsensi kepada Tuhan, dengan berkata : Ya Tuhan, Engkau telah membuang kami ke bumi dengan status terkutuk, maka kami mohon agar engkau memberikan fasilitas untuk kami. Dalam hadis itu disebutkan bahwa Tuhan memberikan hal-hal sebagai berikut:
1. Kamar mandi/tempat mandi sebagai rumah tinggal syaitan.
2. Pasar dan persimpangan jalan sebagai majlis (tempat duduk-duduk) nya.
3. Semua makanan manusia yang tidak dibacakan basmalah sebagai makanannya,
4. Semua minuman keras sebagai minumannya,
5. Musik hedonis sebagai terompetnya
6. Puisi sebagai qur’annya,
7. Tatto sebagai tulisannya,
8. Dusta sebagai hadisnya, dan
9. Perempuan gelisah sebagai kailnya.
Sangat menarik untuk direnungkan tentang pasar dan persimpangan jalan sebagai majlisnya syaitan. Pasar artinya tempat transaksi. Syaitan sangat aktif mengakses hati manusia, menghembuskan cara berfikir agar dalam transaksi memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, meski harus berbuat curang. Di semua sektor transaksi ekonomi, mikro dan makro, cara berfikir syaitan itu sangat menggoda. Sedangkan persimpangan jalan, bisa difahami sebagai persimpangan jalan lalu lintas, bisa juga persimpangan jalan suksesi kepemimpinan. Di setiapkali terjadi pergantian kepemimpinan politik, lokal, nasional maupun international, cara berfikir syaitan selalu menggoda, yakni konspirasi jahat, sabotase dan manuver-manuver lain yang negatif. Dalam persimpangan zaman dari zaman orde baru ke zaman reformasi, syaitan betah sekali duduk-duduk di Senayan
Hadis lain menyebutkan bahwa manusia dapat dibagi menjadi tiga golongan kualitas;
[1] Manusia Binatang, yakni mereka yang berhati tetapi hatinya tak berfungsi sebagai alat memahami, punya telinga, tetapi tak berfungsi untuk membedakan mana nasehat dan mana larangan, punya mata, tetapi tak berfungsi untuk membedakan mana yang halal dan mana yang haram. Mereka tak ubahnya binatang ternak, bahkan lebih rendah lagi.
[2] Manusia syaitan; yaitu mereka fisiknya manusia tetapi hatinya iblis. Mereka tidak berperikemanusiaan dan tidak pula berperikebinatangan. Mereka merupakan perpaduan antara kecerdikan manusia dan kebuasan binatang.
[3] Manusia pilihan; yang selalu dalam naungan rahmat Tuhan.
Hadis lain menceriterakan bahwa suatu hari syaitan mendatangi Nabi Isa, menggodanya. Nabi Isa bertanya, wahai Iblis, apakah engkau tidak mengenalku sehingga engkau menggodaku? Iblis menjawab: Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau seorang Rasul yang ma‘sum, yang tak mempan godaan syaitan, tapi yah…. siapa tahu? namanya juga usaha! Nabi Isa kemudian bertanya. Wahai Iblis, di matamu, manusia itu apa? Iblis menjawab. Bagi saya, manusia itu ada tiga kelas; Pertama, orang yang selalu bikin susah, karena setiap kali di goda, sudah hampir berhasil, tiba-tiba ingat kepada Allah, jadi buyarlah usaha saya. Kedua, orang yang bagi saya seperti bola di tangan anak-anak, mudah dipermainkan. Ketiga; orang ma‘sum seperti anda.
Wallohu a1lamu bissawab.
Syaitan, status, tugas dan aktifitasnya
Dalam al Qur’an sudah ditegaskan bahwa syaitan itu adalah makhluk terkutuk (ar rajim), musuh utama manusia (‘aduwwun mubin) dan teman yang buruk (sa’a qarina). (Q/3:36, Q/4:38 dan Q/12: 5) Ia sudah diberi konsesi oleh Tuhan dengan berumur panjang, dan diberi peluang untuk menyesatkan manusia. Hanya saja kekuatan syaitan tidak akan mempan kepada orang yang beriman secara benar (ikhlas) kepada Allah (Q/15: 39-40).
Dalam al Qur’an disebutkan berbagai aktifitas syaitan dalam menjerumuskan manusia, seperti: [a] menggelincirkan (Q/2:36), [b] menakut-nakuti dengan kemiskinan dan menyuruh kejahatan (Q/2:268), [c] menakut-nakuti dengan kekuatan group syaitan (Q/3:175), [d] menyesatkan (Q/4:60), [e] memberikan janji-janji kosong (Q/4:120), [f] membangkitkan permusuhan (Q/5:91), [g] merubah persepsi/menipu (Q/6:43), [h] membuat lalai (Q/6:68), [i] memberikan bisikan halus beracun/waswas (Q:7:20), [j] menggoda (Q/7:200), [k] melempar fitnah (Q/22:53), [l] mengajak ke jalan yang mencelakakan (Q/31:21), [m] menjerumuskan (Q/47:25), [n] menyusahkan (Q/58:10), [o] mengilhami (Q/6: 121).
Dalam al Qur’an juga disebutkan bahwa kemubaziran, minuman keras dan keras hati merupakan media yang sangat efektif bagi syaitan dalam menjerat manusia.(Q/17:27, 5:90, dan 6:43)
Pintu-Pintu Masuk syaitan ke dalam hati manusia
Menurut Imam Gazali dalam Ihya ‘Ulumuddin, hati manusia dilengkapi dengan dua satgas, yaitu: satuan yang dapat dilihat dengan mata, dan (2) satuan yang kasat mata. Yang pertama terdiri dari fisik dengan semua organ fisik dan psikologis, dengan ujung tombak syahwat dan marah (ghodlob), dan ini menjadi kendaraan bagi syaitan, sedang yang kedua berupa ilmu, hikmah dan tafakkur, dan ini merupakan satgas yang mempunyai link dengan hidayah Allah.
Menurut Al Gazali, sekurang-kurangnya ada sembilan pintu yang dapat dilewati syaitan untuk mempengaruhi hati manusia, yaitu:
1. Marah dan syahwat.
2. Kemewahan
3. Tamak dan dengki (al hirsh dan al hasad).
4. Perut kekenyangan, meski dengan makanan halal.
5. Sifat terburu-buru dan ketidaktabahan dalam urusan.
6. Uang/harta
7. Sifat kikir dan takut miskin.
8. Fanatisme buta, terhadap golongan atau pendapat, serta kebencian kepada musuh.
9. Buruk sangka.
Menurut sebuah hadis, syaitan itu merasuk ke dalam diri manusia bersama dengan aliran darah manusia. Oleh karena itu pola konsumsi manusia sangat erat hubungannya dengan intensitas kehadiran syaitan pada orang itu.Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah, Nabi juga menceriterakan konsensi yang diberikan Tuhan kepada syaitan sbb.
Ketika Iblis diusir dari sorga, syaitan meminta konsensi-konsensi kepada Tuhan, dengan berkata : Ya Tuhan, Engkau telah membuang kami ke bumi dengan status terkutuk, maka kami mohon agar engkau memberikan fasilitas untuk kami. Dalam hadis itu disebutkan bahwa Tuhan memberikan hal-hal sebagai berikut:
1. Kamar mandi/tempat mandi sebagai rumah tinggal syaitan.
2. Pasar dan persimpangan jalan sebagai majlis (tempat duduk-duduk) nya.
3. Semua makanan manusia yang tidak dibacakan basmalah sebagai makanannya,
4. Semua minuman keras sebagai minumannya,
5. Musik hedonis sebagai terompetnya
6. Puisi sebagai qur’annya,
7. Tatto sebagai tulisannya,
8. Dusta sebagai hadisnya, dan
9. Perempuan gelisah sebagai kailnya.
Sangat menarik untuk direnungkan tentang pasar dan persimpangan jalan sebagai majlisnya syaitan. Pasar artinya tempat transaksi. Syaitan sangat aktif mengakses hati manusia, menghembuskan cara berfikir agar dalam transaksi memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, meski harus berbuat curang. Di semua sektor transaksi ekonomi, mikro dan makro, cara berfikir syaitan itu sangat menggoda. Sedangkan persimpangan jalan, bisa difahami sebagai persimpangan jalan lalu lintas, bisa juga persimpangan jalan suksesi kepemimpinan. Di setiapkali terjadi pergantian kepemimpinan politik, lokal, nasional maupun international, cara berfikir syaitan selalu menggoda, yakni konspirasi jahat, sabotase dan manuver-manuver lain yang negatif. Dalam persimpangan zaman dari zaman orde baru ke zaman reformasi, syaitan betah sekali duduk-duduk di Senayan
Hadis lain menyebutkan bahwa manusia dapat dibagi menjadi tiga golongan kualitas;
[1] Manusia Binatang, yakni mereka yang berhati tetapi hatinya tak berfungsi sebagai alat memahami, punya telinga, tetapi tak berfungsi untuk membedakan mana nasehat dan mana larangan, punya mata, tetapi tak berfungsi untuk membedakan mana yang halal dan mana yang haram. Mereka tak ubahnya binatang ternak, bahkan lebih rendah lagi.
[2] Manusia syaitan; yaitu mereka fisiknya manusia tetapi hatinya iblis. Mereka tidak berperikemanusiaan dan tidak pula berperikebinatangan. Mereka merupakan perpaduan antara kecerdikan manusia dan kebuasan binatang.
[3] Manusia pilihan; yang selalu dalam naungan rahmat Tuhan.
Hadis lain menceriterakan bahwa suatu hari syaitan mendatangi Nabi Isa, menggodanya. Nabi Isa bertanya, wahai Iblis, apakah engkau tidak mengenalku sehingga engkau menggodaku? Iblis menjawab: Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau seorang Rasul yang ma‘sum, yang tak mempan godaan syaitan, tapi yah…. siapa tahu? namanya juga usaha! Nabi Isa kemudian bertanya. Wahai Iblis, di matamu, manusia itu apa? Iblis menjawab. Bagi saya, manusia itu ada tiga kelas; Pertama, orang yang selalu bikin susah, karena setiap kali di goda, sudah hampir berhasil, tiba-tiba ingat kepada Allah, jadi buyarlah usaha saya. Kedua, orang yang bagi saya seperti bola di tangan anak-anak, mudah dipermainkan. Ketiga; orang ma‘sum seperti anda.
Wallohu a1lamu bissawab.
11 comments
Saya mo nanya nih...
Boleh ya,...
Apa maksudnya dari "Musik hedonis"...
Apakah nanti ada unsur hedonisnya baru dikatakan terompetnya setan...
Tolong jelaskan ....
Cuman ada yang mengganjal nih...
Kalo musik gereja termasuk musik islami, gimana kalo dibuat aja masjid dengan alunan musik full yang seperti di gereja, biar menambah suasana religius gituh!
Oh, ya...
Di zamannya Nabi Muhammad SAW apa ada yaa... dikalangan sahabat beliau yang bermusik ria seperti digereja ya...
Tolong dijelasin yaa,.... Mohon Bapak jangan bosan... n tolong donk kase literatur yang dipercaya untuk dibaca (bhs Indonesia tentunya)...
Terima kasih....
jordan 11
supra shoes
abercrombie & fitch
hollister co
ugg outlet
louis vuitton handbags
ray ban sunglasses
air force 1
jordan retro 11
michaek kors outlet
louis vuitton outlet
louis vuitton outlet
the north face outlet
oakley sunglasses cheap
jordan concords
adidas originals
mulberry handbags
beats by dre
ugg boots outlet
michael kors handbags
ugg slippers
uggs sale
jordan retro
cheap oakley sunglasses
michael kors outlet
coach factory outlet
uggs boots
ray ban sunglasses
coach outlet store online
chanel bags
ralph lauren uk
canada goose jackets
ugg boots
coach outlet
tiffany and co
ugg boots on sale
coach outlet online
canada goose outlet online
lebron shoes
coach outlet store
as
replica rolex watches
nike sb janoski
adidas uk
michael kors outlet
nike running shoes for men
replica rolex watches
asics shoes for women
gucci outlet
adidas factory outlet
coach outlet store online
ed hardy outlet
louboutin shoes
toms outlet
louis vuitton outlet
jordan shoes
jordan concords
celine handbags
jordan 6s
ralph lauren home
oakley vault
nike free 5.0
adidas superstar
polo ralph lauren
the north face jackets
true religion jeans
true religion jeans
coach factory outlet online
cheap rolex watches
michael kors outlet
polo ralph lauren outlet
louis vuitton outlet stores
louis vuitton handbags
cheap louis vuitton handbags
pandora charms
coach outlet clearance
tory burch sandals
michael kors outlet clearance
coach factory outlet
christian louboutin sale
chrome hearts
yeezys
asics running shoes
golden goose
coach outlet sale
coach outlet
adidas nmd
curry 6 shoes
fake rolex
Mağaza Güvenlik Sistemleri
Rfid Etiket
EAS Etiket
Aydın Haberleri
Post a Comment