Center For Indigenous Psychology (Pusat Pengembangan Psikologi Islam) diasuh oleh: Prof. DR Achmad Mubarok MA, Guru Besar Psikologi Islam UI, UIN Jakarta, UIA

Thursday, September 14, 2006

Kiat Menjamu Tamu
at 9:00 PM 
Sebagai makhluk sosial kita biasa saling mengunjungi, baik karena hubungan famili, hubungan persahabatan ataupn berkunjung karena semata-mata suatu urusan. Diantara tradisi masyarakat dalam kunjung mengunjungi adalah memberikan jamuan atau menjamu tamu. Agama Islam mem­berikan tuntunan bagaimana adabnya menjamu tamu, sebagai berikut :

1.Tuan rumah (yang menjamu) hendaknya me­nunjukkan wajah kegembiraan. Jika ketika itu tuan rumah sedang mempunyai masalah yang merisaukan hendaknya kerisauan itu tidak di­nampakkan kepada tamu. Jika kekesalan itu tertuju kepada orang yang datang bertamu, hendaknya usahakan tetap bisa bersikap ramah, karena berlaku tidak ramah kepada tamu, misalnya menampilkan wajah cemberut atau secara se­ngaja tidak berbicara atau berbicara sangat singkat, berlawanan dengan muru`ah (prestise) tuan rumah yang justru harus dijaga.

2.Diantara tatakrama yang simpatik dalam menjamu tamu ialah menyambut tamu dengan wajah ceria di awal kehadirannya, dan me­ngajak ngob­rol di saat makan. Imam Al Auza`i mengatakan bahwa memuliakan tamu itu adalah (sekurang-kurangnya) menunjukkan wajah ceria dan baik tutur kata. Tradisi masya­rakat beradab sejak dahulu dalam menjamu tamu selalu ada unsur obrolan, luwes, sim­patik dan ramah tamah.

3.Di antara adab menerima tamu adalah mem­per­silahkan tamu seperti di rumah sendiri, sehingga tidak layak tuan rumah menyuruh tamu melayani dirinya, menyuruh itu dan melarang ini, apalagi memaksanya untuk bekerja

4.Segera menyuguhkan minuman agar tamu segera merasakan sikap ramah dari tuan rumah.

5.Tidak terburu-buru mengangkat hidangan dari meja tamu sebelum tamu benar-benar me­nyelesaikan makanannya dan membersihkan tangannya.

6.Tidak memaksa tamu memakan hidangan yang mungkin tidak disukainya, baik karena selera, atau karena terlalu banyak.

7.Jika anda sebagai tamu, hendaknya jangan berlama-lama, kecuali jika tuan rumah me­minta anda dengan sungguh-sungguh untuk tinggal lebih lama. Selanjutnya jangan lupa berpamitan kepada tuan rumah jika akan me­ninggalkan rumah.

8.Jika tamu berpamitan hendaknya tuan rumah mengantar sampai ke luar rumah.

9.Seorang tamu hendaknya jangan terlalu banyak bertanya kepada tuan rumah kecuali yang penting-penting saja, misalnya bertanya arah kiblat, kamar mandi dan sebagainya.
posted by : Mubarok institute

Blogger jingga-sore-hari said.. :

Assalamu'alaikum,
Pak Mubarok, apakah ini juga berlaku untuk tamu yang tidak kita sukai..

12:30 AM  
Blogger padhang-bulan said.. :

Pak Ustadz,
Lantas bagaimana kiat hidup sehat?

1:44 AM  
Blogger psikologi_islam said.. :

Prof. Achmad Mubarok,
saya tahu informasi blog ini dari mas agus,mohon sedikit informasinya di universitas manakah yang sudah memiliki kurikulum psikologi islam?

1:48 AM  

Post a Comment

Home

My Photo
Name:

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA achmad.mubarok@yahoo.com

Only Articles In
Photos of Activities
Best Seller Books by Prof. DR Achmad Mubarok MA
Join Mubarok Institute’s Mailing List
Blog Development By
Consultation


Shoutbox


Mubarok Institute Weblog System
Designed by Kriswantoro
Powered by Blogger