Center For Indigenous Psychology (Pusat Pengembangan Psikologi Islam) diasuh oleh: Prof. DR Achmad Mubarok MA, Guru Besar Psikologi Islam UI, UIN Jakarta, UIA

Monday, December 11, 2006

Filosofi Sunnah Sosial
at 12:00 AM 
Tidak ada ciptaan Tuhan yang tidak bermakna. Jika Tuhan menciptakan hokum-hukum (sunnatullah) yang berlaku pada benda, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia, baik manusia sebagai individu maupun hokum Tuhan pada manusia sebagai makhluk social dan pelaku sejarah, pastilah dibalik itu bukanlah tanpa maksud; robbana ma kholaqta hadza bathila(Q/2:…)


Adanya sunnatullah itu dapat difahami filosofinya sebagai berikut:

1. Dengan adanya hokum alam, manusia yang mengetahuinya bisa mengoptimalkan pemanfaatan alam bagi peningkatan kualitas kehidupan manusia. Tuhan menciptakan alam dengan segala fasilitasnya memang diperuntukkan bagi kehidupan manusia; wa sakhkhara lakum ma fis samawati wama fil ardli jami`an (Q/45:13)

2. Dengan hokum social dan hokum sejarah yang adil, manusia bisa membimbing kehidupannya dengan peradaban yang tinggi, bermartabat dan berkeadilan, apa yang sekarang disebut dengan nama masyarakat madani, diilhami dari konsep al Madinah al Munawwarah; artinya, kota dimana penduduknya berperadaban tinggi, disinari oleh kebenaran ilahiyyah.

3. Dengan hokum social dan hokum sejarah yang adil, manusia bisa diarahkan hidupnya pada prinsip tanggung sebagaimana amanat manusia sebagai khalifatullah di muka bumi. Sebagai khalifah Allah, manusia dibekali akal sebagai problem solving capacity, hati sebagai alat untuk memahami realita, syahwat sebagai penggerak tingkah laku, hawa nafsu sebagai elemen penguji dan nurani sebagai alat control diri yang kesemuanya didesain Tuhan untuk memikul amanah dalam kehidupan yang berkeadilan dan bermartabat.

4. Adanya sunnatullah dalam kehidupan social dan sejarah memungkinkan manusia menyelaraskan kehidupannya secara harmonis antara dimensi horizontal dengan dimensi vertical. Secara horizontal manusia bisa memaksimalkan makna kehadirannya di pentas kehidupan, secara vertical bisa menggapai kecerdasan spiritual yang membuatnya berbahagia lahir dan batin.

Realita Kehidupan

Meski secara konsepsional manusia bisa menjadi makhluk yang bermartabat, realita kehidupan menunjukkan bahwa manusia harus berjuang keras untuk menjadikan dirinya bermartabat. Manusia memiliki tabiat kerjasama dan tabiat bersaing sekaligus. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia biasa kerjasama untuk memperoleh hasil yang lebih optimal bagi kesejahteraan hidup bersama. Namun demikian, tabiat bersaing sering menggoda manusia untuk bersaing secara tidak sehat. Manusia memiliki naluri untuk menjadi yang terbaik, menjadi orang nomor satu, padahal kursi nomor satu ya hanya satu. Banyaknya peminat yang menuju ke kursi nomor satu menjadikan jalan menuju kesana sempit dan manusia berdesakan. Dalam suasana psikologis berdesakan itulah manusia sering tergoda untuk menginjak orang lain agar dirinya bisa naik keatas.

Medan persaingan menuju ke atas itu biasa disebut dunia politik. Ada orang yang menomorsatukan target politik, sehingga segala cara meski tak bermartabat dilakukan demi mencapai target “martabat” politik itu. Hal ini biasanya berlangsung di forum2 kongres, musda atau pilkada. Ada juga yang memandang politik sebagai ilmu dimana dengan ilmu politik ia bisa menyusun desain politik yang benar, tepat dan logic. Di sisi lain ada yang memandang politik sebagai game dan seni sehingga dalam perkelahian politik sekalipun ia tetap mematuhi koridor game dan seni sehingga dunia politik menjadi sesuatu yang indah ditonton dan indah dirasakan. Ada pemain politik yang mampu mengendalikan jalannya politik, tetapi ada politisi yang justeru dipermainkan oleh politik yang dijalankannya. Ada orang yang duduk di singgasana politik tetapi tidak memiliki kekuasaan, sebaliknya ada orang yang berada diluar system politik tetapi ia justeru menjadi pengendali kekuasaan politik.

Persaingan tidak akan melahirkan permusuhan hanya jika manusia bersaing dalam bidang kebajikan. Orang yang taat kepada Tuhan tidak pernah merasa tersaingi oleh orang lain yang lebih taat. Orang yang suka menolong orang lain secara ikhlas tidak pernah merasa tersaingi oleh orang lain yang melakukaanya secara lebih banyak dan lebih baik. Tetapi jika bersaing dalam hal yang bersifat rendah (harta dan jabatan atau gengsi), di dalam masjid sekalipun mereka bermusuhan, berebut menjadi imam, khatib atau pengurus.
posted by : Mubarok institute

Blogger dong dong23 said.. :

michael kors handbags
louis vuitton handbags
giuseppe zanotti sneakers
abercrombie & fitch
nike air max
michael kors outlet
ralph lauren polo outlet
louboutin pas cher
michael kors handbags
ray-ban sunglasses
supra shoes
michael kors handbags
ralph lauren sale
rolex watches outlet
coach outlet
michael kors outlet online
celine
ralph lauren polo
nike outlet
designer handbags
oakley outlet
timberland boots
lebron james shoes
oakley vault
ray ban
louis vuitton handbags
michael kors uk
instyler curling iron
coach outlet store online
fitflop sandals
insanity workout
rolex watches
ray ban sunglasses
louis vuitton handbags
oakley sunglasses
michael kors bags
nike huarache shoes
coach factory outlet
beats wireless headphones
michael kors handbags
20165.14wengdongdong

8:19 PM  
Blogger Fangyaya said.. :

burberry outlet
michael kors outlet
ray ban
oakley outlet
hollister clothing
coach outlet online
oakley sunglasses wholesale
adidas stan smith
jordan retro
nike air force
michael kors outlet clearance
oakley sunglasses
kobe bryant shoes
michael kors outlet clearance
ray ban sunglasses
coach factory outlet online
michael kors handbags
ralph lauren
cheap ray ban sunglasses
gucci handbags
louis vuitton handbags
yeezy boost 350
basketball shoes
nike outlet
adidas superstar
tods outlet
ralph lauren outlet
ray ban sunglasses outlet
coach factory outlet
louis vuitton outlet
michael kors outlet
true religion
ray ban sunglasses outlet
oakley vault
ghd hair straighteners
cheap jordan shoes
hollister clothing
louis vuitton outlet
coach outlet online
toms wedges
20167.14chenjinyan

2:57 AM  

Post a Comment

Home

My Photo
Name:

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA achmad.mubarok@yahoo.com

Only Articles In
Photos of Activities
Best Seller Books by Prof. DR Achmad Mubarok MA
Join Mubarok Institute’s Mailing List
Blog Development By
Consultation


Shoutbox


Mubarok Institute Weblog System
Designed by Kriswantoro
Powered by Blogger