Center For Indigenous Psychology (Pusat Pengembangan Psikologi Islam) diasuh oleh: Prof. DR Achmad Mubarok MA, Guru Besar Psikologi Islam UI, UIN Jakarta, UIA

Monday, April 09, 2007

Konsep Diri (4)
at 10:07 PM 
Kualitas Konsep Diri

Konsep diri ada yang positip dan ada yang negatip, masing-masing ada cirri-cirinya orang yang memiliki konsep diri positip adalah;

1. Memiliki keyakinan bahwa ia mampu mengatasi masalah yang dihadapi. Seberat apapun kesulitan yang terbayang, ia yakin akan dapat menemukan jalan keluarnya.

2. Merasa setara dengan orang lain. Oleh karena iu ia tidak kecil hati dalam bergaul, dan ia merasa bahwa jika orang lain bisa mengerjakan, maka iapun yakin akan bisa mengerjakan.

3. Menganggap pujian sebagai kewajaran. Oleh karena itu jika ia dipuji, ia tidak tersipu-sipu malu, karena pujian adalah satu kewajaran. Pujian tidak membuatnya tinggi hati apalagi kagum diri (`ujub). Pujian diterimanya secara terbuka dan ditempatkan pada tempatnya.

4. Menyadari tidak mungkin bisa memuaskan semua orang,. Oleh karena itu jika ada orang yang menyatakan kecewa atau mengkritiknya, ia terima dengan tenang. Ia sadar bahwa ia bisa membuat orang lain senang, tetapi hal yang sama mungkin membuat orang lain tidak senang.

5. Mampu mengubah diri. Baginya kritikan dan kekecewaan orang dipersepsi sebagai masukan untuk memperbaiki diri.

Adapun cirri-ciri dari orang yang memiliki konsep diri negatip adalah sbb:

1. Peka terhadap kritik. Ia mempersepsi kritikan orang sebagai upaya untuk menjatuhkan dirinya, oleh karena itu ia melakukan perlawanan, mempertahankan logikanya yang belum tentu benar, atau telinganya merah.

2. Jika dipuji merasa sangat senang, meski pura-pura menyembunyikan kesenangannya. Pujian orang benar-benar membuatnya bahagia bahkan sesak nafas Baginya pujian orang merupakan pembenaran terhadap logikanya sehingga ia tidak lagi kritis tehadap kesalahan sendiri.

3. Hiperkritis. Ia terlalu kritis terhadap orang lain hingga cenderung merendahkan dan meremehkan mereka, Baginya yang benar adalah dirinya dan orang lain pasti salah.Kebenaran orang lain hanya diakui jika berhubungan dengan pujian untuk dirinya.

4. Merasa tidak disenangi oleh orang lain. Oleh karena itu ia merasa ditinggal dan dizalimi oleh system social. Ia tidak bisa akrab bergaul karena kebanyakan orang dipersepsi sebagai rival atau bahkan musuh. Ia juga selalu curiga kepada orang yang mendekat.

5. merasa pesimis bersaing secara fair, karena ia merasa sistemnya tidak adil dan pasti merugikan dirinya.
posted by : Mubarok institute
My Photo
Name:

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA achmad.mubarok@yahoo.com

Only Articles In
Photos of Activities
Best Seller Books by Prof. DR Achmad Mubarok MA
Join Mubarok Institute’s Mailing List
Blog Development By
Consultation


Shoutbox


Mubarok Institute Weblog System
Designed by Kriswantoro
Powered by Blogger