Center For Indigenous Psychology (Pusat Pengembangan Psikologi Islam) diasuh oleh: Prof. DR Achmad Mubarok MA, Guru Besar Psikologi Islam UI, UIN Jakarta, UIA

Tuesday, October 30, 2007

Kebijaksanaan
at 1:34 AM 
Jika zalim difahami sebagai meletakkan sesuatu pada tempatnya, bijaksana difahami sebagai meletakkan sesuatu tepat pada tempatnya. Pencuri professional sudah semestinya dijebloskan ke dalam penjara sesuai dengan bunyi pasal-pasal hokum, itu adil. Tetapi rasanya tidak bijaksana jika yang dipenjara itu orang miskin yang kelaparan dan terpaksa mencuri makanan.

Banyak orang pintar tetapi belum tentu bijak. Ke”bijak”an hanya dimiliki oleh orang yang bukan saja pintar, tetapi luas pandangan dan banyak pengalaman. Pengalaman sukses bisa memperkuat motivasi, tetapi belum tentu melahirkan ke”bijak”an. Sebaliknya kegagalan yang berkali-kali justeru bisa melahirkan karakter bijak. Oleh karena itu anak muda pada umumnya kuat, lincah dan tegas tetapi belum tentu bijak, nah orang tua, karena sudah banyak makan asam garam kehidupan, yang sukses dan yang gagal, maka ia bisa bertindak bijaksana.
posted by : Mubarok institute

Post a Comment

Home

My Photo
Name:

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA achmad.mubarok@yahoo.com

Only Articles In
Photos of Activities
Best Seller Books by Prof. DR Achmad Mubarok MA
Join Mubarok Institute’s Mailing List
Blog Development By
Consultation


Shoutbox


Mubarok Institute Weblog System
Designed by Kriswantoro
Powered by Blogger