Monday, June 18, 2007
4. Akhlak Kepada Tetangga

Tradisi ke Islaman memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembentukan norma-norma sosial hidup bertetangga. Adanya lembaga salat berjamaah di masjid atau mushalla, baik harian lima waktu, mingguan Jum'atan maupun tahunan Idul Fitri dan Idul Adha cukup efektip dalam membentuk jaringan pertetanggan. Demikian juga tradisi sosial keagamaan, seperti tahlilan, ratiban, akikah, syukuran, lebaran dan sebagainya sangat efektip dalam mempertemukan antar tetangga.
Tentang betapa besarnya makna tetangga dalam membangun komunitas tergambar pada hadis Nabi yang memberi petunjuk agar sebelum memilih tempat tinggal hendaknya lebih dahulu mempertimbangkan siapa yang akan menjadi tetangganya, al jaru qablad dar, bahwa faktor tetanga itu hams didahulukan sebelum memilih tempat tinggal.
Selanjutnya akhlak bertetangga diajarkan sebagai berikut:
(a) Melindungi rasa aman tetangga. Kata Nabi, ciri karakteristik seorang muslim adalah, orang lain (tetangga) terbebas dari gangguannya, baik gangguan dari kata-kata maupun dari perbuatan fisik.
(b) Menempatkan tetangga (yang miskin) dalam skala prioritas pembagian zakat.
(c) Memberi salam jika berjumpa.
(d) Menghadiri undangannya.
(e) Menjenguk tetanggga yang sakit.
(f) Melayat atau mengantar jenazah tetangga yang meninggal dunia.
7 comments
SALAM KENAL
PROF. DR. ATEP NURDJAMAN
PENELITI KESALAHAN_KESALAHAN (LEBIH 6000 AYAT)DI DALAM KITAB AL-QUR'AN DAN TERJEMAHNYA
email: atepnurdjamanonresearch@yahoo.com
SALAM KENAL
PROF. DR. ATEP NURDJAMAN
PENELITI KESALAHAN_KESALAHAN (LEBIH 6000 AYAT)DI DALAM KITAB AL-QUR'AN DAN TERJEMAHNYA
email: atepnurdjamanonresearch@yahoo.com
terimakasih telah berbagi
sukses terus
Post a Comment