Center For Indigenous Psychology (Pusat Pengembangan Psikologi Islam) diasuh oleh: Prof. DR Achmad Mubarok MA, Guru Besar Psikologi Islam UI, UIN Jakarta, UIA

Sunday, June 05, 2011

Konseling Agama Pada Masyarakat Islam (1)
at 8:55 PM 
Filosofi Konseling Agama dan Prinsip-prinsif Konseling Agama

telah diuraikan dimuka bahwa konsep Konseling lahir di Barat berdiri diatas falsafah hidup Barat pula. Pertanyaan yang muncul selanjutnya ialah seperti apa model konseling yang berdiri diatas pandangan hidup masyarakat Islam? Sebelum memperkenalkan bentuk konseling yang dipandang Islami, terlebih dahulu harus diketahui dulu filosofi dari konseling Agama itu sendiri.

Filosofi Konseling Agama
Dasar dari pemikiran konseling agama ialah satu asumsi bahwa agama itu merupakan kebutuhan fitri dari semua manusia. Allah telah menciptakan manusia dan telah meniupkan ruh-Nya, sehingga iman kepada Allah merupakan sumber ketentraman, keamanan dan kebahagiaan manusia, seperti firman Allah:
Artinya: ingatlah bahwa dengan mengingat Allah maka hati menjadi tenteram.
Sebaliknya, dalam paradigma ini, maka ketiadaan iman kepada Allah menjadi sumber kegalauan, kegelisahan dan kesengsaraan bagi manusia.
Agama, seperti yang dikatakan oleh Hasan al Banna, seorang pembaharu dakwah dan pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, adalah merupakan alat yang pas untuk terapi psikologis, karena agama dapat membantu menajamkan hati nurani, menghidupkan perasaan dan mengingatkan hati. Agama juga berfungsi sebagai polisi yang selalu mengawasi, serta penjaga yang tak pernah tidur.
Agama secara konsisten selalu mendorong jiwa kepada kebaikan, dan secara konsisten pula menolak kekejian. Agama juga senantiasa mengajak manusia untuk meningkatkan kualitas jiwanya.

Dengan demikian maka pekerjaan yang sifatnya menyuburkan keimanan kepada Allah adalah juga termasuk dalam ruang lingkup konseling agama. William james pun berkata bahwa, kepercayaan kepada Tuhan sangat besar pengaruhnya dalam mengobati kegelisahan, karena iman dapat membuat hidup menjadi lebih bermakna, dan membantu bagaimana cara menikmati kehidupan ini secara benar. Imam Ghazali bahwakn mengatakan bahwa tidak ada satu kesulitan pada manusia yang asal usulnya bukan dari kelemahan iman, atau dari tidak mengikuti petunjuk agama. Seseorang, kata al Ghazali- pada hakikatnya tidak dapat melepaskan diri dari kesulitannya, kecuali ketika imannya sedang menguat, dan ketika sedang berpedoman kepada petunjuk agama dalam menghadapi realita hidup. Seorang mukmin, kata Nabi senantiasa beruntung, karena jika sedang memperoleh keberuntungan ia bersyukur, dan jika sedang dilanda cobaan, ia bersabar. Sementara itu orang yang tidak beriman, ketika sedang dalam puncak keberuntungan ia lupa daratan, dan ketika ia dilanda kesulitan yang amat sangat ia lupa ingatannya.

Prinsip-prinsif Konseling Agama
Secara teknis, praktek konseling agama dapat menggunakan instrument yang dibuat oleh Bimbingan dan Konseling Modern, tetapi secara filosofis, konseling agama harus berdiri diatas prinsif-prinsip ajaran Islam, antara lain :
a. Bahwa nasehat itu merupakan salah satu pilar agama, seperti yang tersebut dalam hadis; bahwa agama adalah nasehat.
b. Bahwa konseling kejiwaan adalah merupakan pekerjaan yang mulia,karena bernilai membantu orang lain mengatasi kesulitan, seperti yang dimaksud oleh hadis Nabi yang artinya: sebaik-baik pekerjan di sisi Allah adalah membuat gembira hati seorang muslim, atau menghilangkan kesusahan darinya atau membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya. (H.R. Tabrani).
c. Konseling agama harus dilakukan sebagai pekerjan ibadah yang dikerjakan semata-mata mengharap ridla Allah.
d. Uli Amri atau Pemerintah berkewajiban mendukung program-program konseling misalnya memberi fasilitas atau membuka program pendidikan konseling agama.
e. Setiap muslim yang memiliki kemampuan bidang konseling memiliki tanggung jawab moral dalam pengembangan konseling agama.
f. Tujuan praktis konseling agama adalah mendorong klien agar selalu ridla terhadap hal-hal yang bermanfaat dan alergi terhadap hal-hal yang madlarat.
g. Konseling agama menganut prinsip bagaimana klien dapat menarik keuntungan dan menolak keruksakan.
h. Meminta bantuan konselor agama hukumnya wajib bagi setiap orang yang membutuhkan.
i. Memberikan bantuan psikologis/ konseling agama hukumnya wajib bagi konselor yang sudah mencapai derajat spesialist.
j. Proses pemberian konseling harus sejalan dengan tuntunan syariat Islam.
k. Pada dasarnya manusia memiliki kebebasan untuk memutuskan sendiri perbuatan baik yang akan dipilih, dan bahkan juga memiliki kebebasan untuk melakukan perbuatan maksiat secara sembunyi-sembunyi (tetapi ia berdosa).
l. Tidak ada orang yang diberi kebebasan untuk melakukan perbuatan maksiat atau perbuatan destruktif secara terang-terangan, yang mengganggu pikiran dan perasaan orang lain, langsung atau tidak langsung, atau perbuatan yang menjurus pada kekejian yang merusak masyarakat. Dalam Islam setiap individu ikut bertanggung jawab atas kemaslahatan masyarakatnya, seperti yang dilukiskan oleh hadis Nabi tentang penumpang kapal.yang artinya: perumpaan tanggung jawab penegak hukum terhadap pelaku pelanggar hukum adalah seperti orang banyak yang bersama-sama menjadi penumpang sebuah kapal. (karena banyaknya penumpang) maka ada yang duduk di lantasi dasar dan ada yang duduk di lantai atas. Jika penumpang lantai dasar membutuhkan air maka mereke langsung naik ke atas dan sudah barang tentu mengganggu penumpang yang di atas (atas pertimbangan praktis) ada penumpang di bawah yang mengusulkan :Di bawah kita ini ada air, jika kita membuat lubang, maka air kita peroleh tanpa harus mengganggu orang diatas. Jika penumpang yang diatas membiarkan perbuatan orang yang dibawah melubangi perahu, maka semua penumpang akan tenggelam. Tetapi jika mereka mencegah, maka semua penumpang selamat. ( H.R. Bukhari dari Nukman bin Basyir).

Bimbingan dan konseling agama harus memperhatikan norma-norma sosial Islam, misalnya tentang kesucian perkawinan, kehormatan wanita dan tanggung jwab individu dalam bermasyarakat.
posted by : Mubarok institute
My Photo
Name:

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA achmad.mubarok@yahoo.com

Only Articles In
Photos of Activities
Best Seller Books by Prof. DR Achmad Mubarok MA
Join Mubarok Institute’s Mailing List
Blog Development By
Consultation


Shoutbox


Mubarok Institute Weblog System
Designed by Kriswantoro
Powered by Blogger