Center For Indigenous Psychology (Pusat Pengembangan Psikologi Islam) diasuh oleh: Prof. DR Achmad Mubarok MA, Guru Besar Psikologi Islam UI, UIN Jakarta, UIA

Sunday, July 20, 2008

Bagaimana caranya menghidupkan nurani?
at 9:10 PM 
secara umum jawabannya adalah menjauhi perbuatan dosa, baik dosa kepada Tuhan maupun dosa kepada manusia, karena perbuatan dosa merupakan daki yang mengotori cermin hati. Secara lebih spesifik, sebagai terapi, berdoa di tempat suci , —di Multazam misalnya— juga dapat menjadi shock therapy terhadap hati nurani. Mengapa di Ka‘bah banyak orang bisa menangis tersedu-sedu, karena disana ia tidak bisa tidak kecuali harus jujur kepada Tuhan.

Di sana terbayang semua kesalahan yang pernah dilakukan tanpa sedikitpun bisa mencari-cari alasan pembenar. Jika psikologi schok therapy ini berhasil dipertahan¬kan lama, maka selanjutnya nuraninya akan hidup, dan itulah yang disebut haji mabrur. Berakrab-akrab dengan problem kemanusiaan juga bisa menajamkan nurani. Orang yang selalu bergelut langsung mem¬bantu kesulitan orang kecil, rakyat kebanyakan, maka nuraninya sedikit demi sedikit akan bercahaya. Hatinya menjadi lembut, rasa syukurnya meningkat. Ia akan memiliki kepekaan yang kuat terhadap hal-hal yang berdampak buruk kepada kehidupan riil manusia. Apa hubungannya dengan menghidupkan nurani? Sudah barang tentu ada hubungannya, karena orang kecil relatif jujur, maka menyayangi orang kecil ber¬makna menggosok-gosok kejujuran, dan hal itu mendatang¬kan rahmat Tuhan. Sayangilah yang di bumi, niscaya kalian akan disayang Tuhan, irhamu man fi al ardhi yarhamukum man fi as sama. Demikian firman Allah dalam hadis qudsiy.

Adapun orang yang menunjukkan kepedulian kepada orang kecil tetapi dimaksud untuk publikasi politik, maka hal itu termasuk bentuk kebohongan, bohong kepada manusia dan bohong kepada Tuhan, apalagi jika menjadikan kesulitan orang kecil sebagai proyek mencari keuntungan sendiri. Dalam keadaan seperti itu seberapapun banyaknya kontribusi yang diberikan, tidak akan membuat nuraninya bercahaya. Wallohu a‘lam bis sawab.
posted by : Mubarok institute

Anonymous mr.dayson said.. :

Assalamualakum Wr Wb
saya sangat setuju banget. Apalagi mengamalkan pengertian taqwa sbb:
Berbuat Baik dan bertaqwa.
Marilah kembali kepada wajah Islam dalam Al Quran. Mengapa orang Islam melakukan kekerasan dan kekejian, sedang Al Quran tidak mengajarkan demikian.
Dalam Al Quran, orang Islam itu harus melakukan dan berbuat kebaikan kepada (Al Baqarah ayat 83) :
Ibu dan Bapak
Kaum kerabat
Anak-anak yatim
Orang-orang miskin
Manusia dengan ucapan kata-kata yang baik
Orang Islam itu harus berbuat kebajikan (Al Baqarah (2) ayat 177). Berbuat kebajikan itu adalah (1) memberikan hartanya yang dicintainya kepada :
Kerabatnya
Anak-anak yatim
Orang-orang miskin
Musafir
Orang yang meminta-minta
Memerdekakan hamba sahaya dan
(2) menepati janji bila dia berjanji
(3) sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.
Orang Islam yang bertaqwa adalah orang Islam yang melakukan perbuatan-perbuatan penuh kebaikan sebagai berikut (Surat Al Imran (3) ayat 133-135) :

menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,
menahan amarahnya
mema'afkan (kesalahan) orang.
mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu.
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya (Surat Al A'raaf (7) ayat 56).
Dan janganlah kamu membunuh dirimu (Surat An Nisaa' (4) ayat 29).
…dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan (Surat Al An'aam (6) ayat 151).
Hebat sekali tuntunan Al qur'an. Wa llahu 'alam bish shawab.
Wasslam dari mr.dayson (http:hidup-sesudah-mati.com)

2:36 AM  
Anonymous mr.dayson said.. :

Assalamualakum Wr Wb
saya sangat setuju banget. Apalagi mengamalkan pengertian taqwa sbb:
Berbuat Baik

Marilah kembali kepada wajah Islam dalam Al Quran. Mengapa orang Islam melakukan kekerasan dan kekejian, sedang Al Quran tidak mengajarkan demikian.

Dalam Al Quran, orang Islam itu harus melakukan dan berbuat kebaikan kepada (Al Baqarah ayat 83) :

Ibu dan Bapak
Kaum kerabat
Anak-anak yatim
Orang-orang miskin
Manusia dengan ucapan kata-kata yang baik
Orang Islam itu harus berbuat kebajikan (Al Baqarah (2) ayat 177). Berbuat kebajikan itu adalah (1) memberikan hartanya yang dicintainya kepada :

Kerabatnya
Anak-anak yatim
Orang-orang miskin
Musafir
Orang yang meminta-minta
Memerdekakan hamba sahaya dan
(2) menepati janji bila dia berjanji

(3) sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.

Orang Islam yang bertaqwa adalah orang Islam yang melakukan perbuatan-perbuatan penuh kebaikan sebagai berikut (Surat Al Imran (3) ayat 133-135) :

menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,
menahan amarahnya
mema'afkan (kesalahan) orang.
mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu.
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya (Surat Al A'raaf (7) ayat 56).
Dan janganlah kamu membunuh dirimu (Surat An Nisaa' (4) ayat 29).
…dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan (Surat Al An'aam (6) ayat 151).
Hebat sekali tuntunan Al qur'an.
Wasslam dari mr.dayson (http:hidup-sesudah-mati.com)

2:47 AM  

Post a Comment

Home

My Photo
Name:

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA achmad.mubarok@yahoo.com

Only Articles In
Photos of Activities
Best Seller Books by Prof. DR Achmad Mubarok MA
Join Mubarok Institute’s Mailing List
Blog Development By
Consultation


Shoutbox


Mubarok Institute Weblog System
Designed by Kriswantoro
Powered by Blogger