Center For Indigenous Psychology (Pusat Pengembangan Psikologi Islam) diasuh oleh: Prof. DR Achmad Mubarok MA, Guru Besar Psikologi Islam UI, UIN Jakarta, UIA

Tuesday, August 26, 2008

Paradigma Dakwah Gerakan
at 1:41 AM 
Pada permulaan abad 20 muncul fenomena dakwah yang bersifat gerakan, dikenal dengan istilah dakwah harakah, yaitu Ikhwanul Muslimin di Mesir, Jama‘at Islami di Pakistan dan Nur Khuluq atau Harakah Nuriyah di Turki, yakni di negeri dimana simpul-simpul kejayaan Islam diporakporandakan oleh kolonialisme Barat. Pada masanya, dakwah gerakan benar-benar merupakan paradigma baru. Jika dakwah konvensional pada umumnya bersifat tabligh dan parsial, maka sebagaimana dikatakan al Qahthani, dakwah gerakan lebih berorientasikan pada pengembangan masyarakat Islam dengan sistematika mulai dari perbaikan individu (ishlah al fard), perbaikan keluarga (ishlah al usrah), perbaikan masyarakat (ishlah al mujtama‘) dan perbaikan pemerintahan dan negara (ishlah ad daulah).

Karakteristik Dakwah Gerakan
Menurut Mustafa Masyhur, dakwah harakah mendasarkan diri pada tiga kekuatan sekaligus, yaitu (1) kekuatan akidah dan iman, (2) kekuatan persatuan dan ikatan kaum muslimin (quwwat al wahdah wa at tarabbuth) dan (3) kekuatan jihad (quwwat al jihad).
Menurut Fathi Yakan, ada empat ciri yang sangat menonjol dari dakwah harakah, yaitu (1) murni dan otentik (dzatiyyah), yakni otentik sebagai panggilan Tuhan, (2) mendorong kemajuan (taqaddumiyah), yakni kemajuan yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas, (3) universal (syamilah) mencakup semua aspek kehidupan, memadukan tiga sistem hidup (manhaj al hayat) yang terdiri dari tiga D; Din (agama), Dunya (dunia) dan Daulah (pemerintahan negara) (4) menekankan prinsip-prinsip agama yang luhur dan menjauhkan diri dari perbedaan mazhab.

Menurut Sayyid Qutub, seorang aktivis dan arsitek dakwah gerakan di Mesir, ada tiga ciri dakwah gerakan, yaitu (1) lebih menekankan pada aksi ketimbang teori, wacana dan retorika, sebagaimana dakwah Nabi yang tidak membangun wacana (la yuqim falsafatan) tetapi membangun ummat (lakin yubni ummah). (2) dakwah gerakan membolehkan peng¬gunaan kekuatan fisik dalam bentuk jihad fisabilillah jika keadaan memaksa. Jihad diperlukan untuk mengawal dakwah dan membela diri dari gangguan fisik yang menghalangi dakwah. (3) dakwah gerakan sangat meniscayakan organisasi dan jaringan (net¬working), dalam skala nasional, regional maupun international. Menurut Sayyid Qutub, dakwah bukan saja tugas individual, tetapi tugas dan kewajiban kolektip seluruh muslim. Organisasi dakwah gerakan harus¬lah bersifat terbuka yang dibangun di atas platform akidah tauhid dan ukuwwah Islam tanpa mengenal perbedaan suku, ras dan warna kulit.

Da‘i dakwah gerakan
Suatu pergerakan pasti memerlukan dukungan kader. Kader dakwah gerakan adalah da’i, tetapi da‘i dalam paradigma gerakan, yaitu pejuang dakwah (mujahid ad da‘wah). Di sini, da’i adalah seorang pejuang dan aktifis pergerakan Islam, yang sudah membekali diri dengan ilmu, wawasan dan ghirrah diniyyah sehingga tabah menghadapi ejekan, siksaan fisik bahkan siap menjadi syahid. Semboyan mujahid dakwah adalah Allahu maqshaduna (Allah tujuan kita), al Qur’an imamuna (al Qur’an imam kita), was sunnah sabiluna (sunnah Nabi jalan kita) dan wa al mautu fi sabililah amanuna (mati syahid harapan kita).

Kapan Dakwah Gerakan diperlukan ?
Pemberlakuan dakwah gerakan tidak sepanjang zaman, tetapi hanya jika keadaan memaksa, yaitu : (1) ketika dakwah dihambat oleh kekuatan fisik, sehingga sama sekali tidak ada peluang untuk menye¬barkan Islam (berdakwah) secara damai. (2) Ketika ada kesiapan pada kaum muslimin, kesiapan mental, moral dan kekuatan. (3) Penggunaan kekuatan fisik dalam dakwah gerakan bersifat darurat. Jika keadaan kembali menjadi kondusip untuk berdakwah secara damai, maka penggunaan kekuatan fisik harus dihentikan.

Problem ummat Islam diberbagai belahan bumi berbeda-beda, dan untuk mengambil keputusan merespon keadaan sulit diperlukan pemikiran men¬dalam serta ijtihad yang ikhthiyath (hati-hati). Bagi muslimin Chehnya yang selama puluhan tahun dicengkeram Komunis Sovyet, maka dakwah gerakan sudah merupakan keniscayaan. Meski demikian mujahid dakwah di Chehnya harus siap dituduh sebagai teroris oleh Uni Sovyet (dan Amerika), karena jarak antara pejuang dan teroris memang sangat tipis. Semua pejuang kemerdekaan di negeri kita juga dicap sebagai teroris dan ektremis oleh Penjajah Belanda. Di mata orang Palestina, pejuang Hamas adalah mujahid dan Israel adalah teroris, tetapi dimata Presiden Bush, Aril Sharon, Perdana Menteri Israel dipandang sebagai tokoh perdamaian, dan Presiden Arafat dianggap sebagai teroris. Begitu jugalah problem saudara muslim kita di Philipina Selatan, Kasymir, Afganistan, dan tempat lainnya. Wallohu a‘lam.
posted by : Mubarok institute

Blogger faisol said.. :

terima kasih sharing info/ilmunya, Prof...
selamat Berpuasa... semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin...

saya membuat tulisan tentang "Bagaimana Menjadi Khatib Efektif?"
silakan berkunjung ke:

http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/bagaimana-menjadi-khatib-efektif-1-of-2.html

tulisan ini ttg : teknik berpidato/retorika/khithabah & dakwah (bukan sekadar berkata-kata)...

semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin...

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/

12:53 AM  
Blogger yanmaneee said.. :

yeezy boost 500
air max 95
nba jerseys
fila sneakers
nhl jerseys
air max 270
hermes belt
golden goose
james harden shoes
ralph lauren uk

10:03 PM  
Blogger tesashesh said.. :

c8y66u3v12 i9u11s5f10 p6z27x2c71 l0l25s3i73 w1w13q6s92 o3e24t0r81

8:12 PM  

Post a Comment

Home

My Photo
Name:

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA achmad.mubarok@yahoo.com

Only Articles In
Photos of Activities
Best Seller Books by Prof. DR Achmad Mubarok MA
Join Mubarok Institute’s Mailing List
Blog Development By
Consultation


Shoutbox


Mubarok Institute Weblog System
Designed by Kriswantoro
Powered by Blogger