Center For Indigenous Psychology (Pusat Pengembangan Psikologi Islam) diasuh oleh: Prof. DR Achmad Mubarok MA, Guru Besar Psikologi Islam UI, UIN Jakarta, UIA

Wednesday, August 13, 2008

Hakekat Dakwah
at 12:14 AM 
Berbicara tentang hakikat adalah berbicara sesuatu secara mendasar. Seorang penyanyi dangdut dengan lenggak lenggok erotik di atas panggung menyanyikan lagu ajakan berbakti kepada Tuhan, adakah ia seorang da’i ? Jawabannya jelas, yaitu bahwa penyanyi itu membawakan lirik-lirik dakwah, tetapi pada hakikatnya ia tidak sedang ber¬dakwah. Dakwah bukan hanya bunyi kata-kata, tetapi ajakan psikologis yang bersumber dari jiwa da’i. Gebyar-gebyar aktifitas dakwah banyak kita jumpai, tetapi hakikinya, itu belum tentu suatu dakwah, sebaliknya boleh jadi justeru kontra dakwah. Lalu dakwah itu apa? Hakikat dakwah bisa dilihat dari sang da’i, bisa juga dari makna yang dipersepsi oleh masyarakat yang menerima dakwah.

1. Dakwah sebagai tabligh. Tabligh artinya menyampaikan, orangnya disebut muballigh. Dakwah sebagai tabligh wujudnya adalah muballigh menyampaikan materi dakwah (ceramah) kepada masyarakat. Materi dakwah bisa berupa keterangan, informasi, ajaran, seruan atau gagasan. Tabligh biasanya dilakukan dari atas mimbar, baik di masjid, di majlis taklim atau di tempat lain.

Pusat perhatian tabligh adalah pada menyampaikan, illa al balagh, setelah itu bagaimana respond masyarakat sudah tidak lagi menjadi tanggungjawab muballigh. Bagi masyarakat, tabligh yang tidak jelas hanya bermakna bunyi-bunyian, tabligh berupa informasi akan mengha¬silkan pengertian, tabligh berupa renungan bisa menjadi penghayatan, dan dakwah berupa gagasan bisa menggelitik masyarakat untuk terus berfikir. Bagi muballigh, menyampaikan materi pesan Islam yang ia sendiri tidak faham, pada hakikatnya ia adalah kaset yang tak berjiwa. Kekuatan tabligh adalah jika sang muballigh benar-benar menjadi fa‘il (subyek), menjadi pelaku yang merasa ter¬panggil tanggung jawabnya untuk melakukan tabligh. Banyak muballigh yang tidak menjadi fa‘il, tetapi menjadi maf‘ul (obyek), Ia tidak memiliki program tetapi diprogram oleh orang lain. Ia hanya bekerja memenuhi pesanan pasar, yakni menunggu undangan tabligh. Fa‘il jelas prestasinya, tetapi maf‘ul susah diukur prestasinya.

2. Dakwah Sebagai Ajakan. Orang akan tertarik ke¬pada ajakan jika tujuannya menarik. Oleh karena itu da’i harus bisa merumuskan tujuan kemana masyarakat akan diajak. Ada dua tujuan, makro dan mikro. Tujuan makro cukup jelas yaitu mengajak manusia kepada kebahagiaan dunia akhirat. Da’i dan muballigh pada umumnya tidak pandai merumuskan tujuan mikro, tujuan jangka pendek yang mudah terjangkau, yang menarik hati masyarakatnya.

3. Dakwah sebagai pekerjaan menanam. Berdakwah juga mengandung arti mendidik manusia agar mereka bertingkahlaku sesuai dengan nilai-nilai Islam. Mendidik adalah pekerjaan menanamkan nilai-nilai ke dalam jiwa manusia. Nilai-nilai yang ditanam dalam dakwah adalah keimanan, kejujuran, keadilan, kedisiplinan, kasih sayang, rendah hati dan nilai-akhlak mulia lainnya. Laiknya pekerjaan menanam, benihnya harus unggul, tanahnya harus subur, disiram dan di¬jauhkan dari hama serta butuh waktu lama hingga benih itu tumbuh berkembang menjadi rumput hijau yang indah atau menjadi pohon tinggi yang rindang dan berbuah. Guru di sekolah (dan lembaga pendi¬dikkannya) adalah da’i yang berdakwah berupa menanam. Sudah barang tentu tidak semua guru menjadi da’i. Guru yang da’i adalah guru yang sudah bisa menjadi pendidik, bukan guru yang sekedar menjadi pengajar. Pengajar hanya mentransfer pengetahuan, sedangkan pendidik mentranfer pola tingkah laku atau kebudayaan.

4. Dakwah berupa akulturasi budaya. Dakwahnya Wali Songo di Pulau Jawa merupakan contoh konkrit dakwah akulturasi budaya. Para Wali tidak mengubah bentuk-bentuk tradisi masyarakat Jawa, tetapi mengganti isinya. Tradisi selamatan tiga hari, tujuh hari, seratus hari, dulunya adalah tradisi masyarakat Jawa jika ada keluarganya yang me¬ninggal dunia. Dalam acara itu diisi dengan begadang, makan, judi dan minuman keras. Oleh para wali, bentuknya dipertahankan, makannya dipertahankan tetapi yang maksiat diganti dengan hal-hal yang Islami, yakni membaca kalimah-kalimah tahlil. Makananyapun diganti berupa nasi tumpeng yang melambangkan tauhid, dan setiap orang pulang dari tahlilan dengan membawa brekat (berkah). Dengan akulturasi budaya, orang Jawa tanpa disadari kemudian telah menjadi Islam. Kelemahannya, sinkretisme tidak bisa dihindar.

5. Dakwah berupa pekerjaan membangun. Secara makro dakwah juga bermakna membangun, membangun apa? Sebagaimana dicontohkan dalam sejarah, dakwah juga bisa dimaksud untuk membangun tata dunia Islam (daulah Islamiyah), lebih kecil lagi membangun negara Islam (nasional), lebih kecil lagi membangun masyarakat Islam atau Islami, dan lebih kecil lagi membangun komunitas Islam. Dalam membangun sering tak bisa menghin¬dar dari membongkar bangunan lama, dan ini sering bermakna konflik. Laiknya pekerjaan mendirikan bangunan, dakwah dalam bentuk membangun harus melalui tahapannya. Pertama ada desain atau maket dari bangunan yang akan didirikan. Kedua, harus dilakukan uji tata guna tanah (land use), dalam hal ini budaya setempat, yang akan menjadi pijakan berdirinya sebuah bangunan. Pekerjaan pertama dan kedua bisa bertukar tempat urutannya, artinya ada konsep dulu baru mencari tempat atau konsep dibangun sesuai dengan keadaan tanah. Ketiga, harus ada tenaga ahli, dari arsitek hingga kenet tukang batu, dan keempat tersedianya bahan bangunan. Membangun negara Islam tanpa konsep yang telah diuji sahih hanya akan melahirkan madlarrat, sebagaimana juga membangun tanpa tenaga ahli dan biaya. Bagi kaum muslimin Indonesia, yang paling relevan adalah membangun komunitas Islam dan masyarakat Islam atau masyarakat Islami, karena Indonesia tanahnya (budayanya) kondusif, konsepnya tinggal menyempurnakan, tenaga SDM nya relatif ada dan biaya tidak terlalu mahal. Wallohu a‘lam.
posted by : Mubarok institute

Blogger chenlina said.. :

chenlina20150603
michael kors outlet
ray ban uk
louis vuitton handbags
true religion sale
soccer jerseys
louis vuitton handbags
cheap jordans
replica rolex watches
timberland outlet
retro 11
abercrombie and fitch
michael kors
kids lebron shoes
coach outlet
kate spade outlet
celine bags
oakley sunglasses
ray ban sunglasses
retro 11
pandora charms
ray ban sunglasses
discount oakley sunglasses
michael kors uk
fake watches
louis vuitton handbags
kobe 9
hollister kids
chanel outlet
ralph lauren outlet
oakley sunglasses
michael kors outlet
mulberry handbags
jordan retro 11
louis vuitton uk
michael kors
louis vuitton outlet
louis vuitton handbags
christian louboutin shoes
louis vuitton outlet
polo ralph lauren
as

5:56 PM  
Blogger dong dong23 said.. :

louis vuitton bags
michael kors outlet
kobe shoes 11
adidas stan smith
hollister kids
hollister clothing
true religion jeans
ray ban sunglasses
true religion outlet
coach outlet store online clearances
jordan 3
asics shoes
jordan 8
coach outlet
christian louboutin sale
cheap oakley sunglasses
tods shoes
nike blazers
toms shoes
michael kors outlet clearance
nike free run 2
gucci outlet
air jordan 13
michael kors outlet
rolex watches
coach factory outlet
lebron james shoes
nike store
michael kors outlet clearance
michael kors outlet
tory burch outlet
michael kors handbags
juicy couture
louis vuitton outlet
timberland outlet
oakley sunglasses
nike trainers
oakley vault
louis vuitton handbags
kobe bryant shoes
20165.14wengdongdong

8:07 PM  
Blogger 柯云 said.. :

2016-07-12keyun
jordan 3s
air jordan shoes
michael kors outlet online
coach factory outlet online
air jordan shoes
oakley sunglasses
copy watches
air jordan 8
louis vuitton bags
kobe 8
timberlands
longchamp outlet
replica watches
ralph lauren outlet
montblanc pen
michael kors outlet clearance
cheap ray ban sunglasses
toms wedges
michael kors outlet online
jordans for sale
timberland boots
louis vuitton handbags
louis vuitton handbags
timberland shoes
gucci bags
ray ban sunglasses outlet
ray bans
michael kors handbags
michael kors purses
oakley sunglasses outlet
nfl jerseys
replica rolex watches
tiffany rings
air max 90
coach outlet online
ray ban outlet
yeezy boost 350
ray ban outlet
coach outlet store online clearances

6:10 PM  

Post a Comment

Home

My Photo
Name:

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA achmad.mubarok@yahoo.com

Only Articles In
Photos of Activities
Best Seller Books by Prof. DR Achmad Mubarok MA
Join Mubarok Institute’s Mailing List
Blog Development By
Consultation


Shoutbox


Mubarok Institute Weblog System
Designed by Kriswantoro
Powered by Blogger