Center For Indigenous Psychology (Pusat Pengembangan Psikologi Islam) diasuh oleh: Prof. DR Achmad Mubarok MA, Guru Besar Psikologi Islam UI, UIN Jakarta, UIA

Monday, November 29, 2010

MEMBANGUN AKHLAK BANGSA (NATION & character BUILDING)
at 7:15 PM 
Karakter setiap bangsa berbeda-beda, tetapi diantara perbedaan itu ada karakter universal yang bisa dijadikan entry point pembentukan karakter kebangsaan. Memang manusia itu mewarisi kualitas genetika orang tua, kualitas sosial dan kualitas kebangsaan.

Akan tetapi manusia juga adalah makhluk yang tidak tunduk begitu saja kepada lingkungan. Ia bisa berfikir, menganalisa dan mendistorsi lingkungan sesuai dengan kapasitas berfikirnya. Identitas manusia tidak hanya sebagai individu, tetapi ia juga memiliki identitas keluarga, identitas kelompok, identitas etnik dan identitas bangsa.

Dalam lingkungan yang sempit manusia cenderung menggunakan identitas yang sempit pula, yaitu identitas pribadi dan identitas keluarga. Dalam lingkungan yang luas, identitas individual dapat terdistorsi oleh identitas yang lebih besar sesuai dengan lingkungannya. Ketika seseorang dalam perantauan domestik, maka identitas kampung halaman lebih dominan dibanding identitas individu dan identitas keluarga. Tetapi ketika seseorang berada di luar negeri maka yang dominan pada orang itu adalah identitas kebangsaan.

Dalam perspektif diatas, maka jika membangun kualitas keluarga dimulai dari membangun individu, membangun suatu bangsa tidak dengan berangkat dari membangun individu-individu, tetapi harus membawa bangsa itu ke tengah lingkungan international, membawa bangsa itu dalam pergaulan antar bangsa agar yang terbangun bukan hanya konsep diri individual tetapi juga konsep diri kebangsaan. Dalam pergaulan antar bangsa, identitas kebangsaan akan tumbuh subur. Dalam percaturan international warga bangsa akan dapat bercermin kepada bangsa lain, sehingga pusat perhatiannya terpusat pada bagaimana membesarkan bangsa menjadi kekuatan yang diperhitungkan oleh bangsa lain. Ukuran kebesaran bangsa bisa diukur pada supremasi militernya, bisa juga dalam hal dominasi ekonomi , dan bisa juga pada ketinggian kebudayaannya, tetapi ketinggian kebudayaan suatu bangsa akan mengantar pada supremasi yang lain.

Dengan kata lain membangun bangsa dengan akhlak adalah dengan membudayakan nilai akhlak dalam kehidupasn bangsa, artinya nilai-nilai akhlak harus masuk kedalam sistem berbangsa dan bernegara, dalam perundang-undangan yang mengikat. Sebagai contoh, kejujuran seseorang bersumber dari hatinya. Membudayakan kejujuran kepada bangsa bukan dengan menyerahkan kepada hati masing-masing warga negara, melainkan melalui sistem transparansi dimana peluang untuk tidak jujur menjadi semakin sempit. Setiap warga negara, terutama para penyelenggara negara haruslah terakses kekayaannya oleh sistem pengawasan. Sistem tersebut mengharuskan setiap warga negara memiliki file yang merekam setiap transaksi, dan setiap saat mereka harus bisa membuktikan asal usul harta kekayaannya secara sistemik dan terbuka.

Sistem file dan transparansi tersebut akan memperkecil ruang gerak orang yang bertindak tidak jujur dalam aktifitas ekonomi. Sistem itu juga harus mencakup sanksi terhadap ketidak jujuran warga yang juga dilaksanakan secara terbuka. Meski boleh jadi orang mematuhi peraturan itu belum tentu dilandasi oleh niat ibadah, tetapi sistem yang berjalan lama akan membentuk perilaku masyarakat. Tugas para agamawan secara mikro mengingatkan masyarakat untuk mematuhi peraturan dan menghubungkan etos kepatuhan itu dengan taat ibadah. Secara makro para agamawan mengingatkan kepada para pemimpin bangsa dan penyelenggara negara untuk menjadi contoh dalam hal kepatuhannya kepada peraturan, termasuk pemberlakuan sanksi jika ada pemimpin yang melanggar peraturan.

Karakteristik tiap bangsa berbeda-beda, dan efektifitas sistem juga berbeda-beda. Pada bangsa yang tingkat pendidikanya tinggi maka demokratisasi, kebebasan dan keterbukaan sangat efektip dalam membangun karakter dari bangsa itu, tetapi pada bangsa yang tradisionil dan tingkat pendidikan warganya tidak merata maka keteladanan seorang pemimpin lebih efektip dibanding demokratisasi dan keterbukaan.
posted by : Mubarok institute

Blogger dong dong23 said.. :

air jordan retro
ray ban sunglasses
asics running shoes
jordan shoes
hollister clothing
louis vuitton outlet
adidas uk
louis vuitton outlet
tory burch sale
coach outlet
louis vuitton outlet stores
coach factory outlet
air max 90
adidas shoes
louis vuitton
ray ban sunglasses outlet
ray ban sunglasses
jordan 4 toro
louis vuitton outlet
cheap jordan shoes
ray bans
tory burch outlet
louis vuitton handbags
michael kors
marc jacobs
nike trainers
nike roshe run
retro jordans
cheap oakley sunglasses
fitflops
louis vuitton outlet
ray ban wayfarer
michael kors outlet
coach outlet
burberry outlet online
michael kors outlet
louis vuitton outlet
cheap oakley sunglasses
jordan 6
christian louboutin shoes
20165.14wengdongdong

8:04 PM  
Blogger Fangyaya said.. :

louis vuitton bags
polo ralph lauren outlet
nike nfl jerseys
christian louboutin shoes
michael kors canada outlet
louis vuitton outlet
beats headphones
lebron james shoes
louis vuitton handbags
nfl jerseys wholesale
michael kors outlet online
jordan shoes
louis vuitton
true religion jeans
replica watches
ed hardy clothing
coach outlet online
fake watches
fitflops
coach outlet store online clearances
adidas nmd
kobe 11
toms shoes
nike factory outlet
burberry outlet online
louis vuitton outlet stores
fitflops sale clearance
oakley sunglasses
louis vuitton handbags
louis vuitton
air max 90
nike air max
jordan 8
toms shoes
jordan 11s
jordans for sale
gucci bags
lebron 12
polo ralph shirts
toms shoes
20167.14chenjinyan

2:29 AM  

Post a Comment

Home

My Photo
Name:

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA achmad.mubarok@yahoo.com

Only Articles In
Photos of Activities
Best Seller Books by Prof. DR Achmad Mubarok MA
Join Mubarok Institute’s Mailing List
Blog Development By
Consultation


Shoutbox


Mubarok Institute Weblog System
Designed by Kriswantoro
Powered by Blogger