Center For Indigenous Psychology (Pusat Pengembangan Psikologi Islam) diasuh oleh: Prof. DR Achmad Mubarok MA, Guru Besar Psikologi Islam UI, UIN Jakarta, UIA

Thursday, August 11, 2011

Citra Da'i di Mata Masyarakat (2)
at 8:38 PM 
Sistem Komunikasi Interpersonal

Dalam ilmu Psikologi Komunikasi, bagaimana persepsi orang terhadap kita, atau bagaimana persepsi kita tentang orang lain dinamakan sebagai Sistem Komunikasi Interpersonal.
Manusia adalah makhluk yang berpikir dan berperasaan. Pikiran dan perasaannya menentukan persepsinya terhadap orang lain. Jika dua orang berkomunikasi maka berlangsunglah pengiriman dan penerimaan pesan berupa lambang-lambang, berbeda dengan ketika persepsi benda – patung misalnya - proses komunikasi itu sendiri mempengaruhi pikiran dan perasaan antar keduanya.

Sebagai contoh, seorang pengusaha yang sukses dan terpelajar (dan “sekuler), semula ia mempersepsi seorang da’i dengan persepsi buruk, bodoh, ketinggalan zaman, kampungan, dan mata duitan. Tetapi, setelah pernah bertemu di sebuah forum seminar dan menginap bersama dalam satu kamar hotel selama dua malam dimana terjadi peristiwa mental ( pengiriman dan penerimaan lambang-lambang) dalam berkomunikasi selama dua hari itu, persepsinya tentang ustadz berubah, dan persepsi Pak Ustadz terhadap “sekuler” juga berubah.

Jadi, orang yang semula dipersepsi sebagai sombong setelah berkomunikasi boleh jadi berubah persepsinya menjadi rendah hati atau tidak terlalu sombong, mubaligh yang semula dipersepsi sebagai ‘alim, setelah berdiskusi berubah persepsinya menjadi hanya padai pidato, atau yang semua dipersepsi sebagai anggun dan shaleh, setelah berkomunikasi berubah persepsinya menjadi genit.

Perbedaan persepsi terhadap benda dengan persepsi terhadap manusia (interpersonal) adalah disebabkan hal-hal sebagai berikut :

1. Terhadap benda, patung misalnya, stimuli ditangkap hanya dengan indera, sedangkan persepsi terhadap manusia, stimuli di samping ditangkap melalui indera, juga melalui lambang-lambang verbal atau grafis yang disampaikan pihak ketiga. Ketika orang pertama kali ketemu dengan Gus Dus (ketua PBNU) misalnya, sebelumnya orang sudah mendengar tentang dia melalui Koran, majalah, atau desas desus negatif yang beredar. Dengan pengenalan sebelumnya itu maka persepsinya terhadap Gus Dur menjadi kurang tepat.

2. Bila seseorang melihat benda, maka yang dilihat hanya benda itu saja, yakni sifat-sifat luarnya saja tanpa harus mempertimbangkan bahaimana perasaannya, sedang bila ia berkomunikasi dengan manusia (interpersonal) maka yang diperhatikan bukan hanya tindakan luarnya, tetapi juga memperhitungkan bagaimana perasaannya, dan apa motivasinya. Jika seseorang terlihat tersenyum, maka akan timbul pertanyaan mengapa ia tersenyum. Jika seorang ayah cemberut, maka anaknya akan tergoda untuk bertanya mengapa ayah cemberut. Karena persepsi interpersonal itu menyangkut aspek berpikir dan merasa, maka kemungkinan keliru persepsi itu selalu terjadi.

3. Ketika benda diamati ia tidak bereaksi apa pun, sedang dalam berkomunikasi dengan orang, ia pasti bereaksi, dan terjadilah saling tukar stimulus dan respon antara kedua belah pihak.
Seorang mahasiswa diberi tugas praktikum dakwah di suatu desa. Kepadanya disampaikan bahwa mahasiswa yang akan ditugaskan di desa itu orangnya simpatik, sabar, dan pintar.

Dengan demikian, maka mahasiswa mempersepsi orang desa sebagai positif, dan mereka pun mempersepsi mahasiswa juga positif. Baru dua hari bertugas, mahasiswa itu disinggung oleh penduduk desa yang memang tidak menyukai kehadirannya. Singgungan itu begitu kasarnya sehingga mahasiswa itu merespon dan sampai terlepas control. Sang mahasiswa terkejut melihat perilaku orang desa yang sudah terlanjur di persepsi baik, tapi karena ia tak dapat mengendalikan diri di hadapan masyarakat desa, maka ia pun kemudian dipersepsi sebagai mahasiswa yang tidak sabaran.

4. Benda relatif tidak berubah, sedang manusia selalu berubah. Pak Dul ketika pinjam uang sangat ramah dan sopan, tetapi ketika ditagih ia berubah menjadi galak dan kasar. Tadi pagi Evi berangkat kuliah dengan sangat riang, tetapi pulang kuliah menjadi cemberut dan pendiam. Perubahan inilah yang menyulitkan dalam mempersepsi orang.
posted by : Mubarok institute

Blogger chenlina said.. :

chenlina20150603
ray ban sunglasses
adidas wings
toms wedges
hermes outlet
chi flat iron
hollister
michael kors handbags
jordan 3 powder blue
jordan 11 concord
michael kors uk
beats studio
true religion outlet
celine handbags
coach outlet store online
abercrombie store
christian louboutin sale
aviator sunglasses
michael kors outlet
oakley sunglass
ray ban outlet
ray ban outlet
gucci handbags
louis vuitton outlet
michael kors
burberry outlet
kate spade outlet
louis vuitton
christian louboutin sale
christian louboutin shoes
michael kors uk
discount christian louboutin
cheap jerseys
christian louboutin outlet
gucci shoes
concords 11
coach outlet
abercrombie
air max 95
www.louisvuitton.com
prada uk
as

5:54 PM  
Blogger chenlina said.. :

chenlina20151212
michael kors outlet
cheap air max
michael kors outlet
ugg outlet
louis vuitton handbags
ray ban outlet store
coach outlet
nike free runs
ugg boots
kids lebron shoes
michael kors handbags
oakley sunglasses
marc jacobs handbags
gucci handbags
cheap oakley sunglasses
abercrombie
replica watches
lebron 11
gucci outlet
michael kors uk
polo ralph lauren
louis vuitton handbags
oakley sunglasses
ray ban sunglasses outlet
fitflops
celine outlet
uggs on sale
nike huarache
oakley sunglasses
mont blanc legend
cheap oakley sunglasses
ugg boots
replica rolex watches
hollister
ray ban sunglasses outlet
louis vuitton outlet
abercrombie and fitch
tory burch outlet
michael kors outlet
instyler max
as

6:20 PM  

Post a Comment

Home

My Photo
Name:

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA achmad.mubarok@yahoo.com

Only Articles In
Photos of Activities
Best Seller Books by Prof. DR Achmad Mubarok MA
Join Mubarok Institute’s Mailing List
Blog Development By
Consultation


Shoutbox


Mubarok Institute Weblog System
Designed by Kriswantoro
Powered by Blogger